Suara Putra Daerah. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Mengapa Harus Habib Abdullah Alkaff

Bukan sekedar guyonan semata, atau sekedar mencari pekerjaan, Habib Abdulah adalah Anak Pertama dari 3 Bersaudara, Menyelesaikan Seperempat Pendidikannya Pada Pondok Pesantren Islam, Kemudian Melanjutkan Kejenjang Perkuliahan Yang Masih Dilakoni Hingga Sekarang, terus Akan Berjuang untuk kemajuan kotabaru disegala bidang

Suara Putra Daerah

Jangan Ganggu Gugat Suara Rakyat Yang ingin memilih wakilnya kemudian dilupakan, kenapa tidak kita memilih wakil yang berasal dari daerah kita sendiri. Gerakan Suara Putra Daerah

Pasar Yang Layak Didaerah Pulau Laut Timur

Kita Memerlukan sebuah pusat perekonomian yang merata, Kabupaten Seluas ini tidak sepantasnya hanya memiliki satu saja Pasar Yang Buka selalu setiap hari, Pulau Laut timur Mampu menjadi daerah transit dari daerah pulau laut barat, selatan dan pulau sebuku

Di Usung Oleh Partai Bulan Bintang Kotabaru

Berazazkan Islam, Politik Islami Yang akan menopang jalan mulus seorang dewan yang berjiwa muslim, semuanya akan berupaya bahu membahu untuk menjadikan daerah ini sebagai daerah Religius

Dukungan PBB Yusril Izha Mahendra Visi Misi Rakyat

Berikan kepercayaan kalian kepada beliau untuk menyampaikan amanah dan menjadi jembatan penghubung bagi rakyat untuk menyampaikan visi misinya

Sabtu, 29 Maret 2014

Contoh Surat Suara DPRD Dapil 3 PBB Kotabaru

Surat suara DPRD untuk mendukung Said Abdullah pada dapil 3 kotabaru.
Semoga gerakan anti money politik ini berhasil membangun kota menjadi lebih baik.

Jumat, 28 Maret 2014

Mohon Do'a & Dukungan Pada Pemilu Kabupaten Kotabaru 2014

Sekali lagi mengingatkan agar semua bisa ingat pada tanggal 9 April bisa memilih Said Abdullah Alkaff No Urut 2 dari Partai No 14 Bulan Bintang.
Kita tegaskan Kembali Tentang Apa Yang akan kita inginkan.

Selasa, 25 Maret 2014

Mengapa GOLPUT Haram?

Seperti yang diberitakan oleh Republika:
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilihan Umum 2014 tidak lama lagi segera dilaksanakan. Kampanye sudah dilakukan sejak 16 Maret 2014 yang akan dilanjutkan dengan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

Namun, diprediksi masih ada masyarakat yang apatis terhadap pesta demokrasi ini. Sikap apatis masyarakat terhadap politik tertuang dalam keengganannya untuk memilih dan mengklaim dirinya sebagai golongan putih.

Wakil Sekretaris MUI, Amir Syah mengatakan, ijtima' ulama di Padang Panjang pada 2009 patut 'digemborkan' kembali. Dalam ijtima tersebut MUI mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin.

''Haram hukumnya jika pemimpinnya baik tapi tidak dipilih,'' kata dia, Kamis (20/3).

Amir mengatakan, pemilihan pemimpin sangat penting agar roda pemerintahan tetap berjalan. Pemerintahan yang baik nantinya akan membuat rakyat sejahtera. Menurut Amir, pemilihan imamah dalam islam diwajibkan.

Tentunya ada pemilihan tersebut harus memiliki kriteria. Masyarakat diharapkan cerdas dalam memilih. Kriteria seorang pemimpin ialah sidik, amanah, tablig, dan fathonah.

Amir mengatakan, Indonesia butuh pemimpin agar kemaslahatan penduduknya tetap terjaga. ''Kita harap calon pemimpin juga sadar keinginan rakyatnya,'' kata dia.

Menurut saya, gimana masyarakat bisa tahu dengan pemimpin yang baik, sedangkan semua calon datang menawarkan diri seperti dewa pemberi segalanya.

Kamis, 20 Februari 2014

Yang Ingin Kulakukan Saat Ku Terpilih Nanti


Yang sampai saat ini masih mengganjal dalam hatiku adalah, ketidak merataan pembangunan disini, Ketidak Merataan Titik Titik Perekonomian Disini, Ketidak Merataan Pendidikan Disini, Pradigma yang sangat memojokan masyarakat pedesaan, padahal kota ini kecil saja, kenapa kalian tidak sanggup meratakannya.

Simple saja kawan,

Kota Ini tidak terlalu luas, tetapi apa yang terjadi dengan perekonomian masyarakat?
yang kalian bilang orang desa itu bersusah payah mencari uang atau penghasilan, tapi, setiap ada acara besar dikota, contohnya pameran, Hari lebaran, atau bahkan tahun baru, Uang yang mereka kumpulkan 3 bulan bisa habis dalam satu malam, padahal daerah mereka adalah daerah penghasil pertanian, hasil peternakan dan hasil perikanan, Begitu susahnya bagi mereka mendapatkan penghasilan yang merata, pada akhirnya mereka jual murah hasil mereka kekota, dan kalian orang kota jual lagi dengan harga 2 kali lipat, yang membelinya pun terkadang tetanggga dari petani, nelayan atau peternak tersebut, tetapi harganya sudah naik kawan, kalian para penadah makin kaya, mereka para pekerja makin miskin, tidakkah kita mencoba dengan pasar tani, nelayan dan peternak.

Pendidikan apalagi, mereka yang merasa orang desa, sangat sungkan melanjutkan pendidikan kekota, padahal, ada sekolah yang jauh lebih baik dikota. mereka sungkan berhadapan dengan orang kota, karena kalian orang kota bilang, eh kalian dari sungaian ya? atau dari gunung anu, bahkan dari kampung anu atau desa anu. pertanyaan kalian, tinggal dimana kalian dikota? sama siapa?
ini kota kecil kawan, janganlah ada diskriminasi tersebut, ratakan pembangunan, ratakan kesejahteraan.

Disini kaya akan tempat wisata yang dapat memanjakan mata, tetapi apa kawan?? kalian hanya tahu sarang tiung dan sarang tiung, atau sebelimbingan, bahkan DAM pun kalian jadikan tempat wisata, tidak malukah kalian yang mengaku sebagai orang kota kawan?
Ada terumbu karang kelas dunia dikota kita ini, ada laut lebih jernih dari Nusa Dua Bali disini, ada pulau penyu yang tak kalah dengan moncot sari diseberangnya pulau bali, Kemana mata kalian kawan? apakah kalian memang tidak tahu ada tempat syurga dikota kita? atau karena tidak ada promosi wisata kesana kawan? Tidak adakah BUS Pariwisata yang mengantar kalian kesana, atau bahkan karena akses jalan yang sangat tidak mudah kalian lalui, Mengapa oh Mengapa kawan???

Kawan!!!
Teriakanlah pada pemimpin kita, jangan ganggu alam kita, ada banyak putera daerah yang sedang belajar diluar kota sana, tunggulah sampai mereka datang dan bisa mengolah sendiri hasil sumber daya alam kita, jangan biarkan dijual ke orang asing kawan.

Kalau kalian sudah membaca tulisanku ini, aku tahu apa yang akan aku lakukan disini.

Ingat kawan,

Jangan Terbuai oleh janji manis mereka yang pernah menjadi anggota dewan tapi tak ada bukti.

Jangan terbuai oleh sumbangan sumbangan menjelang pemilu.

Jangan Terbuai Uang yang diberikan untuk kalian memilihnya.

Jangan Terbuai oleh Jilbab, kerudung, Mukena Sarung yang mereka bagikan.

Cerdaslah menentukan pilihan kawan,!
yang kita inginkan bukan hanya untuk hari ini, 
bulan ini 
atau bahkan tahun ini, 
tapi kita butuh pemerataan selamanya kawan. 
buat kita sepanjang masa, 
dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita nantinya, 
cerdaslah kawan dalam menentukan pilihan,
cerdaslah dalam berbuat untuk masa depan.


Bagikan Tulisan Ini